2 Personil Polsek Asembagus Brigadir Kartono dan Bripda Joni di bantu warga memadamkan benih2 api yang di mungkinkan akan membesar karena tiupan angin kencang. (Asb/Ton)

Anggota Polsek Asembagus Olah TKP Lokasi Kebakaran Gudang Kapuk di Dusun Selatan Desa Bantal

Polres Situbondo – Tribratanewssitubondo, Sebuah gudang tempat penyimpanan kapuk di Dukuh Lowa, Dusun Selatan, Desa Bantal , Kecamatan Asembagus,Kabupaten Situbondo, Jawa Timur,  Sabtu siang sekitar jam 14.30 Wib mengalami kebakaran(15/9/2018).

Pemilik Gudang kapuk adalah bapak Suatmo, 68 Tahun, alamat Dsn.Selatan RT 16 RW 04 Desa Bantal Kecamatan Asembagus. Gudang kapuk tersebut rata dengan tanah pasca terjadinya kebakaran. Petugas dari Polsek Asembagus di bantu anggota Damkar dan masyarakat membantu membersihkan sisa kebakaran yang masih berserakan dan memastikan tidak ada benih api yang masih menyala di bawah tumpukan sisa kapuk yang terbakar.

Informasi dari para saksi yang ada di lokasi kejadian yaitu berawal dari korban yang bersama 5 pekerjanya sedang mengelupas kulit kapuk. Tiba-tiba dari pintu sebelah selatan muncul api. dan pada saat bersamaan angin bertiup kencang. Akibatnya api membesar dalam waktu cepat dan kemudian membakar seluruh isi gudang kapuk yang siap di jual.

Para pekerja langsung keluar menyelamatkan diri, dan memberitahukan kepada warga yang lain untuk berusaha memadamkan api.

Dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa, namun  selain gudang kapuk dan isinya sekitar 80 sak kapuk siap jual ludes terbakar satu kandang sapi juga turut terbakar.

Dalam kejadian kebakaran ini, hadir 1 unit Damkar, petugas dari koramil ,petugas dari Polsek Asembagus, Anggota BPBD Kabupaten Situbondo dan juga Kepala Desa Bantal beserta perangkatnya.

Kapolsek Asembagus AKP .H.Sugiono, S.H, M.H membenarkan tentang adanya peristiwa tersebut dan tidak ada korban jiwa. Polisi segera bergerak ke TKP guna penanganan lebih lanjut, kerugian yang ditaksir akibat kejadian tersebut kurang lebih 80 juta rupiah.

“Saya menghimbau pada warga untuk waspada terhadap kemungkinan rentannya kebakaran di musim kemarau,” ucap Sugiono.

Tulis Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: