Kapolres Situbondo Hadiri Pemecahan Rekor MURI Penulisan Kaligrafi Terbesar Hubungan Pancasila dengan Islam

Polres Situbondo – Tribratanewssitubondo, Peringatan Hari Santri Nasional di Pondok Pesantren Salafiyah Safiiyah Sukorejo pecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) penulisan kaligrafi terbesar Deklarasi tentang Hubungan Pancasila dengan Islam.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kapolres Situbondo AKBP Awan Hariono, S.H.,S.I.K.,M.H. bersama Pejabat Utama Polres dan Kapolsek Jajaran.

Pemilihan kaligrafi itu karena Ponpes Salafiyah Safiiyah Sukorejo memiliki sejarah tersendiri bagi lahirnya Deklarasi tentang Hubungan Pancasila dengan Islam. Deklarasi tersebut, merupakan keputusan Munas NU di Ponpes Salafiyah Safiiyah Sukorejo pada tanggal 16 Rabiul Awal 1404/21 Desember 1983.

Beberapa pesan KHR. As’ad Syamsul Arifin kepada santri Sukorejo tentang pentingnya Deklarasi tentang Hubungan Pancasila dengan Islam yang merupakan  satu hasil munas NU di Salafiyah Safiiyah Sukorejo. Deklarasi tersebut merupakan pernyataan hubungan Pancasila dengan Islam. Warga NU harus memegangi deklarasi tersebut.

NU tidak hanya memutuskan, tidak hanya langsung menerima begitu saja terhadap Pancasila, namun NU menerima Pancasila dengan pertimbangan yang matang serta mendeklarasikannya.

Seandainya Pancasila dirusak, NU harus bertanggung jawab! Umat Islam wajib membela Pancasila! Ini sudah mujma’alaih, konsensus ulama! Perlu diketahui, bukan hanya ulama Indonesia saja yang ingin memiliki Pancasila, namun ulama luar negeri pun ingin mempunyai Pancasila.

 Kapolres menyampaikan cuplikan pesan tersebut termuat dalam buku “Wejangan Kiai As’ad dan Kiai Fawaid”, karya Syamsul A. Hasan.

Penyerahan piagam rekor MURI diserahkan kepada pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Safiiyah Sukorejo KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy didampingi para Kyai, Tokoh Agama dan Kapolres Situbondo. (humas/dra)

%d blogger menyukai ini: